Cek Mata Rutin
Pemeriksaan tajam penglihatan dengan kacamata koreksi di ruang periksa

Kelainan refraksi dan kacamata

Mengenal Kelainan Refraksi dan Peran Kacamata Koreksi

Kelainan refraksi adalah salah satu alasan paling umum seseorang mulai memakai kacamata koreksi. Meski sering dibahas, banyak orang masih bingung membedakan jenisnya dan mengapa ukurannya bisa berbeda untuk setiap orang.

Apa yang sebenarnya terjadi saat pandangan kabur

Kelainan refraksi terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di tempat yang seharusnya, sehingga pandangan terasa kabur. Ini bukan kondisi yang muncul tiba-tiba, biasanya berkembang perlahan dan sering tidak disadari sampai mengganggu aktivitas.

Pemeriksaan visus adalah cara paling sederhana untuk mulai mengenalinya. Dari hasil itu, tenaga kesehatan bisa menilai apakah perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Jenis yang sering ditemui

Beberapa pola kelainan refraksi yang umum

Ada beberapa pola kelainan refraksi yang umum, dan masing-masing punya ciri berbeda. Ada yang membuat pandangan jauh terasa kabur, ada yang justru membuat membaca dekat terasa tidak nyaman. Ada juga yang membuat pandangan di semua jarak terasa kurang tajam.

Perbedaan ini yang membuat kacamata koreksi tidak bisa dibeli sembarangan tanpa pemeriksaan.

Kacamata koreksi dan set lensa percobaan di meja pemeriksaan

Kenapa gejala kadang terasa samar

Mata cepat lelah

Terutama setelah bekerja lama di depan layar atau membaca berjam-jam tanpa jeda.

Pusing setelah bekerja

Muncul di sore hari, padahal bukan karena kurang tidur atau kelelahan biasa.

Sering menyipitkan mata

Refleks untuk melihat lebih jelas, sering muncul tanpa disadari saat mengemudi atau menonton.

Gejala seperti ini sering dianggap akibat kurang tidur, padahal bisa jadi tanda awal. Kalau muncul konsisten, skrining mata adalah langkah yang masuk akal.

Peran kacamata koreksi

Kacamata koreksi bekerja dengan membelokkan cahaya masuk supaya jatuh lebih tepat di mata. Ini bukan menyembuhkan kondisi, tapi membantu penglihatan bekerja lebih nyaman.

Ukuran lensa ditentukan dari hasil pemeriksaan, bukan dari perkiraan atau meminjam kacamata orang lain. Menggunakan ukuran yang tidak sesuai biasanya justru membuat mata bekerja lebih keras.

Tenaga kesehatan menyesuaikan lensa percobaan untuk menentukan ukuran kacamata

Kenapa ukuran kacamata bisa berubah

Masa pertumbuhan

Ukuran kacamata koreksi bisa berubah seiring waktu, terutama pada masa pertumbuhan dan setelah bertahun-tahun pemakaian. Pada anak dan remaja, perubahan ini sering terjadi lebih cepat dibanding orang dewasa.

Kacamata lama tak lagi membantu

Kalau Anda merasa kacamata lama tidak lagi membantu, itu tanda ukurannya perlu ditinjau. Membeli kacamata baru tanpa pemeriksaan ulang biasanya tidak menyelesaikan masalah.

Pemeriksaan visus ulang

Pemeriksaan visus ulang akan memberi gambaran yang lebih akurat. Hasilnya menjadi acuan sebelum memesan lensa baru, dan biasanya cukup singkat untuk dilakukan pada kunjungan rutin.

Pemeriksaan mata anak di sekolah dengan panduan visual sederhana

Kelainan refraksi pada anak

Pada anak, kelainan refraksi sering luput karena mereka tidak punya pembanding penglihatan. Yang lebih terlihat adalah perilaku: duduk terlalu dekat dengan papan tulis, menyipitkan mata, atau mengeluh pusing setelah belajar.

Pemeriksaan mata anak sebaiknya dijadwalkan berkala, apalagi saat masuk jenjang sekolah baru. Deteksi dini membuat penanganan lebih sederhana.

Panduan pemeriksaan mata anak

Kalau hasil skrining menunjukkan indikasi

Kalau skrining mata menunjukkan indikasi kelainan refraksi, langkah berikutnya biasanya pemeriksaan lebih rinci untuk menentukan ukuran. Anda mungkin diarahkan ke fasilitas yang menyediakan layanan kacamata koreksi.

Bawa hasil skrining karena biasanya ikut dijadikan acuan. Jangan menunda hanya karena keluhan sedang terasa ringan.

  1. 1

    Bawa hasil skrining

    Catatan hasil pemeriksaan awal membantu tenaga kesehatan memahami kondisi Anda lebih cepat.

  2. 2

    Pemeriksaan lebih rinci

    Menentukan ukuran lensa yang sesuai dengan kondisi mata Anda saat ini, bukan menebak.

  3. 3

    Pilih kacamata koreksi

    Pilih bingkai dan lensa di fasilitas yang menyediakan layanan kacamata koreksi sesuai hasil pemeriksaan.

Lihat alur skrining dan rujukan
Jeda mata saat bekerja di depan layar

Kebiasaan harian yang membantu kenyamanan penglihatan

Selain kacamata koreksi, kebiasaan harian ikut berpengaruh pada kenyamanan penglihatan. Beri jeda mata setiap 20 menit saat bekerja di depan layar, atur jarak pandang, dan pastikan pencahayaan ruangan tidak membuat mata bekerja ekstra.

Kalau Anda memakai kacamata, bersihkan secara rutin dan simpan di tempat yang aman. Kebiasaan kecil ini membuat hasil pemeriksaan terasa lebih bermanfaat.

Pertanyaan yang sering muncul

Beberapa hal yang biasanya ditanyakan sebelum pemeriksaan atau saat memesan kacamata koreksi baru.

Apakah saya bisa memakai kacamata milik orang lain?

Tidak disarankan. Ukuran lensa disesuaikan dengan hasil pemeriksaan masing-masing orang, jadi ukuran yang tidak sesuai biasanya membuat mata bekerja lebih keras dan tidak nyaman dipakai lama.

Seberapa sering ukuran kacamata perlu ditinjau?

Tidak ada patokan waktu yang berlaku untuk semua orang. Yang lebih penting adalah mengenali tanda: pandangan terasa tidak setajam dulu, mata cepat lelah, atau kacamata lama tidak lagi membantu. Pemeriksaan visus ulang adalah cara paling aman untuk memastikannya.

Apakah anak perlu diperiksa walau tidak mengeluh?

Iya. Anak sering tidak menyadari penglihatannya berbeda karena tidak punya pembanding. Perhatikan kebiasaan seperti duduk terlalu dekat dengan papan tulis atau menyipitkan mata, dan jadwalkan pemeriksaan berkala terutama saat masuk jenjang sekolah baru.

Punya pertanyaan tentang hasil pemeriksaan Anda?

Kalau Anda masih bingung membaca hasil skrining atau ingin tahu langkah berikutnya, sampaikan lewat halaman Kontak. Tim kami akan membantu mengarahkan sesuai kebutuhan penglihatan Anda.

Petugas menjelaskan langkah lanjutan kepada pengunjung di layanan mata